Keaktifan gempabumi di Indonesia sangat tinggi, rata-rata setiap bulannya tercatat 400 kali. Dalam periode 1991 sampai dengan 2007, tercatat 24 kali gempabumi besar, di antaranya kejadian gempabumi Aceh 26 Desember 2004 dengan kekuatan 9.3 SR. Gempabumi ini diikuti oleh tsunami besar yang menimbulkan korban ratusan ribu jiwa dan menimbulkan kerugian harta benda  trilyunan rupiah serta gempabumi Yogyakarta 26 Mei 2006 yang menimbulkan kerusakan infrastruktur yang sangat parah.

Berdasarkan kenyataan tersebut maka penyediaan dan pelayanan yang cepat dan akurat mengenai informasi gempabumi memegang peranan yang sangat penting untuk upaya-upaya tanggap darurat maupun mitigasi.

Sejak awal tahun 2005, Indonesia melalui 16 institusi terkait termasuk BMG dan dibantu oleh beberapa Negara donor, sedang membangun sistem peringatan dini tsunami atau disebut dengan Indonesia Tsunami Early Warning System (Ina TEWS) yang bertujuan untuk mengurangi resiko yang terjadi akibat tsunami melalui pemberian peringatan akan terjadinya tsunami beberapa saat setelah terjadi gempabumi besar di laut. Untuk mendukung system tersebut, sampai saat ini telah terpasang 113 sistem monitoring gempabumi dari 160 yang direncanakan (akhir 2008) dan beberapa jenis alat pendukung lainnya. Sejak pendirian Ina TEWS, telah banyak data dan informasi gempabumi dan tsunami yang dihasilkan.

Dengan adanya aplikasi repository gempabumi ini BMKG diharapkan dapat menyediakan dan melayani informasi gempabumi yang cepat dan akurat.


Copyright © 2016
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika